Apakah Asbes Masih Aman Digunakan Saat Ini?
Ketika membangun rumah atau memperbaiki atap, mungkin Anda masih bertanya-tanya apakah asbes aman digunakan. Banyak orang masih memilih material ini karena harganya murah dan mudah ditemukan. Namun, seiring waktu, muncul kekhawatiran akan dampak kesehatan dari penggunaan asbes. Artikel ini bertujuan memberikan informasi lengkap agar Anda bisa membuat keputusan yang lebih bijak.
Kapan Asbes Menjadi Berbahaya dan Bagaimana Cara Menguranginya

Asbes terdiri dari serat-serat halus yang tidak terlihat oleh mata. Ketika serat ini terlepas ke udara dan terhirup, bisa menempel di paru-paru. Dalam jangka panjang, hal ini dapat memicu penyakit serius seperti:
-
Asbestosis (kerusakan jaringan paru-paru)
-
Kanker paru-paru
-
Mesothelioma (kanker langka pada lapisan paru dan perut)
Itulah mengapa asbes dianggap berbahaya, terutama jika sering terpapar dalam jangka panjang.
Kapan Asbes Menjadi Berbahaya?
Tidak semua asbes langsung membahayakan. Bahayanya muncul ketika serat-seratnya terlepas ke udara. Hal ini biasanya terjadi pada kondisi berikut:
-
Asbes sudah tua dan rapuh. Atap atau dinding berbahan asbes yang retak atau hancur lebih mudah melepaskan serat.
-
Proses bongkar atau renovasi. Saat dipotong, dipaku, atau dihancurkan, serat asbes lebih mudah beterbangan.
-
Tidak ada perawatan. Asbes yang dibiarkan kotor, lembap, atau berjamur bisa cepat rusak.
-
Ventilasi buruk. Ruangan tanpa sirkulasi udara membuat serat asbes lebih mudah terhirup.
Artinya, asbes relatif aman jika masih utuh dan tidak disentuh. Namun, begitu rusak atau diolah tanpa prosedur khusus, risikonya meningkat drastis.
Bagaimana Cara Mengurangi Bahaya Asbes?
Jika rumahmu masih menggunakan asbes, jangan panik. Ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi risikonya:
-
Jangan merusak asbes. Hindari memaku, memotong, atau membongkar sendiri material ini.
-
Gunakan cat pelapis. Mengecat permukaan asbes bisa membantu mengurangi serat yang lepas.
-
Jaga kondisi tetap kering. Hindari kelembapan yang mempercepat kerusakan asbes.
-
Gunakan masker dan pelindung. Jika harus berinteraksi dengan asbes, gunakan masker N95 dan sarung tangan.
-
Panggil tenaga ahli. Untuk renovasi atau pembongkaran, gunakan jasa profesional yang memiliki prosedur aman dalam menangani asbes.
-
Pertimbangkan penggantian. Jika kondisi asbes sudah rapuh, lebih baik menggantinya dengan material modern seperti baja ringan, genteng metal, atau uPVC yang lebih aman.
Pertimbangan Sebelum Memilih Asbes sebagai Material Bangunan

Salah satu bahan yang masih sering digunakan adalah asbes. Harganya yang murah dan sifatnya yang tahan panas membuat banyak orang masih menjadikannya pilihan. Namun, sebelum kamu memutuskan untuk memakai asbes sebagai material bangunan, ada beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Keunggulan Asbes
Sebelum membahas risikonya, mari kita lihat alasan mengapa asbes masih digunakan hingga saat ini:
-
Harga terjangkau. Asbes relatif murah dibandingkan bahan atap modern lainnya.
-
Tahan panas. Cocok digunakan di daerah tropis karena mampu menahan suhu tinggi.
-
Ringan. Mudah dipasang dan tidak membutuhkan rangka berat.
-
Tahan lama. Jika dirawat dengan baik, asbes bisa bertahan puluhan tahun.
Dari sisi praktis, asbes memang memberi keuntungan. Tapi, keunggulan ini perlu kamu timbang bersama risikonya.
Risiko Kesehatan yang Perlu Dipahami
Meskipun kuat dan murah, asbes sebagai material bangunan memiliki bahaya kesehatan yang tidak bisa diabaikan. Serat halus yang terkandung di dalamnya bisa terlepas ke udara, lalu terhirup oleh manusia. Dampaknya bisa sangat serius, di antaranya:
-
Asbestosis. Kerusakan jaringan paru-paru akibat paparan jangka panjang.
-
Kanker paru-paru. Risiko meningkat terutama jika dikombinasikan dengan kebiasaan merokok.
-
Mesothelioma. Jenis kanker langka yang menyerang lapisan paru atau perut.
Risiko ini biasanya meningkat ketika asbes sudah tua, rapuh, atau saat dibongkar tanpa prosedur keamanan.
Faktor yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Memilih Asbes
Sebelum menggunakan asbes, pastikan kamu mempertimbangkan hal-hal berikut:
-
Usia Bangunan. Jika rumah akan digunakan dalam jangka panjang, asbes mungkin bukan pilihan terbaik karena berisiko rusak dan membahayakan penghuni.
-
Lingkungan. Daerah dengan kelembapan tinggi dapat mempercepat kerusakan asbes.
-
Perawatan. Asbes harus dijaga agar tidak retak atau lapuk. Jika dibiarkan, seratnya mudah lepas ke udara.
-
Ventilasi. Rumah dengan ventilasi buruk lebih berisiko karena serat asbes sulit keluar dari ruangan.
-
Rencana Renovasi. Jika dalam waktu dekat kamu akan merenovasi, asbes sebaiknya dihindari karena saat dibongkar bisa menimbulkan paparan berbahaya.
Alternatif Atap Rumah Pengganti Asbes yang Aman Digunakan

Jika Anda ingin beralih ke material yang lebih modern, atap Spandek Silver dari Grand Luxe bisa menjadi solusi terbaik. Atap ini terbuat dari bahan berkualitas tinggi yang aman digunakan. Tidak ada serat berbahaya seperti pada asbes.
Selain lebih aman, Spandek Silver juga tahan lama. Material ini mampu bertahan hingga puluhan tahun tanpa banyak perawatan. Tampilannya juga lebih modern sehingga cocok untuk rumah minimalis maupun bangunan besar.
Dari segi efisiensi, Spandek Silver lebih ringan sehingga pemasangannya cepat. Hal ini membuat biaya tenaga kerja lebih hemat. Selain itu, material ini juga tahan terhadap cuaca ekstrem, baik panas maupun hujan deras.
Jika dibandingkan dengan asbes, Spandek Silver jelas lebih unggul. Anda tidak hanya mendapatkan ketahanan, tetapi juga keamanan bagi kesehatan keluarga.
Ingin beralih ke atap yang lebih sehat? Segera pesan Spandek Silver sekarang juga dan hubungi Grand Luxe untuk informasi lengkap serta penawaran terbaik!
Kesimpulan
Jadi, apakah asbes aman digunakan saat ini? Jawabannya, asbes memiliki risiko kesehatan yang cukup besar terutama jika sudah rapuh atau rusak. Meskipun murah, material ini bukan pilihan terbaik untuk jangka panjang.
